“KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA”

Nama : Indra Maulana yusuf
Npm : 36409947
Kelas : 4 ID 04
Fakultas Teknologi Industri
( TUGAS TULISAN )

JUDUL:
“KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA”

Pengertian Seni Kriya
Seni kriya atau seni rupa terapan nusantara yang juga sering disebut dengan istilah Handycraft yang berarti kerajinan tangan. Seni kriya termasuk seni rupa terapan (applied art ) yang selain mempunyai aspek-aspek keindahan juga menekankanaspek kegunaan atau fungsi praktis. Artinya seni kriya adalah seni kerajinan tangan manusia yangdiciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakanpertimbangan artistik dan keindahan.

Unsur Karya Seni Kriya
Seni kriya mengutamakan terapan atau fungsi maka sebaiknya terpenuhi syarat-syarat sebagaiberikut:
Utility atau aspek kegunaan
• Security yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan barang-barang itu.
• Comfortable, yaitu enaknya digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap.Barang-barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis yang tinggi.

Flexibility
yaitu keluwesan penggunaan. Barang-barang seni kriya adalah barang terap yaitubarang yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Barang terapdipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidakmengalami kesulitan dalam penggunaannya.2.

Estetika
atau syarat keindahanSebuah barang terapan betapapun enaknya dipakai jika tidak enak dipandang maka pemakaibarang itu tidak merasa puas. Keindahan dapat menambah rasa senang, nyaman dan puas bagipemakainya. Dorongan orang memakai, memiliki, dan menyenangi menjadi lebih tinggi jikabarang itu diperindah dan berwujud estetik.


Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya

1. Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.
2. Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis inilebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.
3. Sebagai benda mainan, adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan.

Jenis-jenis Seni Kriya di Nusantara

1. Seni kerajinan kulit
adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudahdimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang dan lain-lain.

2. Seni kerajinan logam
ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu,emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempaatau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang aksesoris, dan lain-lain.

3. Seni ukir kayu
yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentukmenggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo,nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain.
Teknik Ukir Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya menjadi penghasil kayu yang bisa dipakaisebagai bahan dasar seni ukir kayu. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, danmenoreh pola pada permukaan benda yang diukir.Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatanyang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu.Benda- benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zigzag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung maknasimbolis dan religius.Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiranrendah, Ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh.

4. Seni Kerajinan Anyaman
kerajinan ini biasanya menggunakan bahan rotan, bambu, daun lontar,daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok, dll. Contohnya: topi, tas, keranjangdan lain-lain.
Teknik Anyam Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuatdengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman iniberasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong,pandan dan lain-lain.

5. Seni Kerajinan Batik
yaitu seni membuat pola hias di atas kain dengan proses teknik tulis (casting)atau teknik cetak (printing). Contohnya: baju, gaun dan lain-lain.
Teknik membatikKerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kemunculannya belum diketahuisecara pasti. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Prosespembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diprosesdengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod yaitupenghilangan malam.Alat dan bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut:
a. Kain polos, sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnyaberupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
b. Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai perintang masuknya warna keserat kain (benang).
c. Bahan pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol.
d. Canting dan kuas untuk menorehkan lilin pada kain.
e. Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada permukaan kain yang lebar.Sesuai dengan perkembangan zaman,

6. Seni kerajinan keramik
adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yangmelalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehinggamenghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piringdan lain-lain.

7. Perabot dan Benda Rumah Tangga
Perabot rumah tangga di Indonesia khususnya di Jawa banyak dipengaruhi gaya Eropa dan muncul pertama kali di kalangan istana. Perabot rumah tangga mulai digunakan di kalangan istana karena pada masa itu Sultan tidak dapat menerima perbedaan yang kontras antara dirinya dengan orang-orang Eropa. Orang Eropa duduk di tempat yang tinggi, seperti kursi atau sofa sedangkan dirinya duduk di lantai atau tikar. Akhirnya Sultanpun mulai menggunakan kursi, terutama di tempat kegiatan, serta saat Sultan dan pegawai belanda muncul bersamaan. Perabot rumah tangga asli didatangkan kalangan istana dan orang-orang Eropa serta dipakai sebagai lambang kebesaran. Pola-pola hiasnya kemudian ditiru oleh para perajin lokal. Hingga sekarang rumah-rumah dan perabotan orang Indonesia banyak mengandung unsur arsitektur yang mencerminkan kebesaran pemerintah Belanda.
Selain kursi, perabot rumah tangga yang lain banyak juga yang disertai hiasan dengan motif gaya Eropa.

8. Seni Kerajinan Tenun
Tenun merupakan hasil karya berupa kain yang dibuat dengan benang dan dimasukkan ke dalam pakan pada alat yang disebut lungsin. Dan tenun masih terbagi lagi menjadi songket, yang merupakan tenun dengan benang emas atau perak, kemudian ada ikat, dobel ikat, dan pakan.
Nilai ke-Indonesia-an memang merupakan salah satu poin yang perlu diperhatikan oleh kain tenun saat ini. Hal ini terkait beberapa pakem desain yang memang selayaknya tidak berubah saat dikonstruksi.
Teknik Tenun, Teknik menenun pada dasarnya hamper sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanyapada alat yang digunakan. Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual)dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kitamenggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan. Daerah penghasil tenun ikat antara lain
9. Seni Arsitektur Bangunan
Seni arsitektur bangunan merupakan salah satu hasil budaya masyarakat. Masyarakat Nusantara membuat bangunan dalam berbagai fungsi, yaitu tempat tinggal, lumbung padi, dan tempat beribadah. Di Jawa Tengah terdapat rumah Joglo yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sekaligus menjadi ciri khas budaya masyarakatnya. Demikian pula dengan masjid Demak yang struktur bangunannya sangat dekat dengan struktur rumah joglo.

10. Seni Patung
Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan). Berbagai macam jenis patung terdapat di banyak wilayah yang berbeda di Asia, biasanya dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha. Sejumlah besar patung Hindu di Kamboja dijaga kelestariannya di Angkor, akan tetapi penjarahan terorganisir yang terjadi berdampak besar pada banyak situs peninggalan di negara itu. Lihat juga Angkor Wat. Di Thailand, kebanyakan patung dikhususkan pada bentuk Buddha. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha ditemui di situs Candi Borobudur.
Di India, karya patung pertama kali ditemukan di peradaban Lembah Indus (3300-1700) SM. Ini adalah salah satu contoh awal karya patung di dunia. Kemudian, setelah Hinduisme, Buddhisme dan Jainisme berkembang lebih jauh, India menciptakan patung-patung tembaga serta pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang besar, seperti yang terdapat pada hiasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha.
11. Seni Wayang
Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali.
UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sebenarnya, pertunjukan boneka tak hanya ada di Indonesia. Banyak negara memiliki pertunjukkan boneka. Namun, pertunjukkan bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikkan tersendiri, yang merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Dan untuk itulah UNESCO memasukannya ke dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2003.

12. Kerajinan Topeng
Topeng adalah sebuah benda yang biasa dipakai di wajah. Biasanya, topeng digunakan untuk mengiringi musik kesenian daerah. Umumnya, topeng pada kesenian daerah dipakai untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Topeng memiliki bermacam-macam bentuk dengan berbagi karakter. Misalnya, topeng yang menggambarkan watak marah, lembut, dan bijaksana.
Topeng telah menjadi salah satu bentuk ungkapan perasaan manusia paling tua yang pernah diciptakan dalam peradaban manusia. Mayoritas masyarakat dunia menganggap topeng memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan yang menyimpan berbagai nilai-nilai magis dan suci. Hal ini terjadi karena topeng memiliki peran besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai macam upacara dan kegiatan adat yang luhur.
Saat ini, kehidupan manusia modern menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni yang memiliki nilai tinggi. Topeng tidak hanya memiliki keindahan estetis, tetapi memiliki sisi misteri atau magis yang tersimpan pada raut wajah topeng yang mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan.
Topeng masuk ke Indonesia sekitar abad ke-17. Secara luas, topeng dipakai dalam seni tari yang menjadi bagian dari upacara adat atau proses penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Topeng dipercaya memiliki hubungan erat dengan roh-roh leluhur yang dianggap sebagai gambaran dewa-dewa. Pada beberapa suku di Indonesia, topeng masih menjadi bagian dari berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari.


Teknik dan Bahan Karya Seni Kriya

Ada beberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang disesuaikan dengan bahan. Alat dan carayang digunakan antara lain cor atau tuang, mengukir, membatik, menganyam, menenun, danmembentuk.

1. Teknik cor (cetak tuang)Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai dikenal teknik pengolahanperunggu. Terdapat beberapa benda kriya dari bahan perunggu seperti gendering perunggu,kapak, bejana, dan perhiasan.
Teknik cetak pada waktu itu ada dua macam:
a) Teknik Tuang Berulang (Bivalve)Teknik bivalve disebut juga teknik menuang berulang kali karena menggunakan dua keepingcetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan (bi berartidua dan valve berarti kepingan). Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yangsederhana baik bentuk maupun hiasannya.
b) Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdue)Teknik a cire perdue dibuat untuk membuat benda perunggu yang bentuk dan hiasannyalebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model daritanah liat, selanjutnya dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian dibakar untukmengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga, sehingga perunggu dapat dituang kedalamnya. Setelah dingin cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan.Disamping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu,tembaga, kuningan, perak, dan emas. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda senikerajinan, seperti keris, piring, teko, dan tempat lilin. Saat ini banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinanperak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto.

Published in: on Januari 1, 2013 at 7:03 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: http://savindra.wordpress.com/2013/01/01/karya-seni-rupa-terapan-nusantara/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. makasih ats informasi.y

    • iya sama-sama :)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: